https://jepara.times.co.id/
Berita

Unjuk Rasa di Jepara Berakhir Bentrok, Polisi Tembakan Gas Air mata

Minggu, 31 Agustus 2025 - 07:21
Unjuk Rasa di Jepara Berakhir Bentrok, Polisi Tembakan Gas Air mata Spanduk yang dibentangkan massa saat demo di depan Mapolres Jepara. (FOTO: Murianews)

TIMES JEPARA, JEPARAAksi demonstrasi yang menuntut keadilan atas meninggalnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, juga terjadi di Jepara, pada Sabtu (30/8/2025).

Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai di depan Mapolres Jepara, berakhir ricuh setelah massa dan aparat terlibat dorong-dorongan hingga gas air mata akhirnya ditembakkan ke arah massa.

Ratusan demonstran, yang terdiri dari mahasiswa, warga, dan ojol Jepara, memadati area depan Mapolres Jepara sejak siang.

Mereka membawa spanduk dengan beragam tulisan, termasuk yang paling mencolok, "Copot Kapolri". Aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan tuntutan agar insiden yang menimpa Affan Kurniawan diusut tuntas.

Para demonstran sempat kesulitan memasuki area Mapolres karena barikade aparat, namun akhirnya mereka berhasil mencapai halaman depan. Di sana, mereka menggelar aksi simbolik dengan menyalakan lilin dan menabur bunga pada foto almarhum Affan Kurniawan. "Usut tuntas pembunuh Affan. Revolusi Polri," teriak para demonstran lantang.

Tuntutan Massa dan Tanggapan Kapolres

Koordinator aksi, Adam Mahfud, yang juga merupakan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unisnu (BEM Unisnu), dalam orasinya menuntut Polri untuk transparan dan mengusut tuntas kasus ini.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso, secara langsung menemui massa. Ia menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. "Mewakili Polres Jepara, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas meninggalnya saudara kita (Affan)," ujar AKBP Erick. 

Ia memastikan bahwa pelaku sudah diproses. "Saya pastikan pelaku sudah diproses sesuai aturan. Sekarang lanjut proses pidana umum," tambahnya.

Kapolres Jepara juga meminta maaf kepada seluruh massa demonstran yang hadir karena merasa belum bisa memberikan pelayanan terbaik. 

"Saya sebagai pimpinan berjanji akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. Itu merupakan janji saya, hadir di tengah-tengah masyarakat," kata AKBP Erick.

Situasi Memanas hingga Tembakan Gas Air Mata

Setelah pertemuan dengan Kapolres, situasi sempat mereda dan massa demonstran seolah membubarkan diri. Namun, tak lama kemudian mereka kembali dan massa bertambah hingga malam hari. Situasi mulai memanas ketika demonstran membakar spanduk dan kayu di depan Mapolres. Aparat yang menilai situasi sudah tak terkendali akhirnya menembak gas air mata. 

Gas air mata tersebut memaksa sekitar 500 demonstran yang berkonsentrasi di depan Mapolres mundur ke arah Jembatan Kanal. Bentrokan fisik juga sempat terjadi, di mana sejumlah polisi berpakaian preman mengamankan satu orang demonstran.

Sebagian massa yang berhasil dipukul mundur masih bertahan dan belum ada tanda-tanda untuk membubarkan diri, sedangkan yang lainnya mengalihkan aksi mereka ke Gedung DPRD Jepara yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi bentrok. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jepara just now

Welcome to TIMES Jepara

TIMES Jepara is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.